![]() |
SELAMAT DATANG(WELLCOME)PUSAT KAJIAN ILMU KOMUNIKASI |
Home KOMUNIKASI MASSA ![]() |
|
Perkembangan Pers dan Jurnalistik Dunia Berdasarkan data-data yang ada, dapat dikemukakan perkembangan pers dunia secara garis besar. Asal-muasal jurnalistik berawal dari kata acta diurna yang terpasang pada suatu tempat yang disebut dengan Forum Romanum di Romawi pada tahun 100-44 sebelum Masehi pada masa pemerintahan Julis Caesar. Julius Caesar menyediakan papan pengumuman yang digunakan untuk menyampaikan laporan singkat rapat senat, atau hal-hal yang menarik perhatian umum, juga berita aktual yang bermanfaat baik bagi anggota senat maupun masyarakat.
Perkembangan pers dunia dimulai dengan terbitnya surat kabar Avisa Relation Order Zaitung di Eropa tahun 1609, tepatnya di kota Wolfenbuttel. Jadi, surat kabar yang dicetak terbit setelah kurang lebih 159 tahun sejak mesin cetak ditemukan. Setelah itu, terbit surat kabar Relation yang dicetak di kota Strassburg. Selanjutnya, dalam waktu yang tidak lama surat kabar berkembang dengan cepat. Pada tahun 1618 di kota Amsterdam, Belanda, terbit surat kabar Courante Miju Italien Duijtshbladtee milik Casper Van Hibben. Menyusul kemudian Janszen menerbitkan surat kabar Tijdighe Mijn Verathy de Qualteren di kota yang sama. Di Inggris perkembangan surat kabar diawali dengan terbitnya surat kabar Counrant of General News pada tahun 1622. Setelah itu di Perancis sekitar tahun 1931 diterbitkan surat kabar gazette oleh Theopraste. Di Amerika tahun 1704 terbit surat kabar mingguan The Boston News. Surat kabar yang pertama kali terbit secara rutin dan teratur di Eropa adalah Leiziger Zeitung di Jerman pada 1660. Inggris lalu menerbitkan surat kabar harian Daily Courant tahun 1702, Perancis menerbitkan surat kabar harian, Journal de Paris pada tahun 1777 dan Amerika menerbitkan surat kabar harian Pensylvanin Packet tahun 1784. Perkembangan pers dunia yang pesat ditopang oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang percetakan. Perkembangan pers semakin cepat setelah William Bullock di Philadelphia menemukan mesin cetak yang bekerja dengan sistem rotasi menggantikan mesin cetak sistem manual. Tahun 1884 di Amerika Ottmar Margentheller menemukan sistem linotip. Selain kemajuan di bidang percetakan perkembangan pers juga didukung oleh kemajuan alat-alat komunikasi yang semakin canggih seperti telegraf yang ditemukan oleh morse tahun 1837, mesin ketik oleh Christoper Sholes di Amerika tahun 1867, telephon oleh Graham Bell di Skotlandia tahun 1876, radio oleh Guglielmo Marconi di Italia tahun 1895, televisi oleh John Logie Baird di Skotlandia tahun 1925, computer oleh Howar Aiken di Amerika tahun 1944, dan mesin photo kopi oleh Chester Carlson di Amerika tahun 1948. Sumber : Ermanto (Thanks to be continued) Salam Administrator Dr. Muslih Aris Handayani, M.Si, Communication Science, Padjajaran University, Bandung, West Java ![]()
|